Siapa yang kalah dan siapa yang menang? Kalau saja ini pertandingan yang tidak berasaskan persaingan tetapi pertandingan yang mengedepankan bagaimana ilmu itu didapat saat kita mengalami kekalahan, mungkin saya takkan menuliskan bagaimana kalau akhirnya bangsa kita menjadi bangsa yang mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang baik dari segala macam bentuk penjajahan. Saya yakin, tidak perlu dijabarkan pun kita semua dapat merasakannya. Kita menang…
Sayang seribu sayang, (maaf kalau saya sebut bangsa ini kalah) kekalahan bangsa kita sejak dahulu adalah kekalahan yang sangat mendalam dan menyakitkan. Bangsa kita yang saya anggap sebagai surga kedua setelah firdaus, telah teracak-acak oleh penjajahan, bahkan pemerkosaan pelembagaan budaya juga terjadi disini. Sebenarnya bukan hanya itu yang penting, dibalik yang penting tersimpan selalu yang terpenting dari semua itu, yaitu PEMISKINAN YANG SISTEMATIS terhadap negara kedua setelah firdaus ini (dalam artian negara yang kaya akan rempah-rempah dan dijajah oleh bangsa lain khususnya barat).
Apa itu pemiskinan yang sistematis? Saya takkan menjabarkan, biar anda yang memahami sendiri. Namun jika anda dapat memahami lebih jauh, anda akan merasakan bahwa begitu piciknya sebuah kebudayaan yang kalah.
Kalau diperhatikan, barat atau bangsa penjajah semakin baik dengan berbagai bidang yang dikuasainya. ilmu pengetahuan, kekuasaan, teknologi. Lantas apa yang harus dilakukan kita sebagai negara setelah firdaus. Mungkin kita tahu, berbagai macam lahirnya empayar dunia, penakluk dunia. Sebutlah Portugis dan Spanyol yang dibangun dengan emas dan perak. Inggris yang dibangun atas monopoli tekstil, candu dan perbudakan, serta Belanda yang dibangun atas monopoli rempah-rempah. Kalau kalian sadari, mereka semua pencuri. Namun kita tak paham, apa yang sebenarnya mereka curi. Kalau kalian anggap kekayaan alam berlimpah yang dicuri, itu hanyalah sebagian kecil dari proses memperkaya dirinya saja, tapi apa dampak terburuk bagi bangsa yang terjajah? Yaitu BUDAYA YANG KOTOR.
Apa itu budaya yang kotor? Saya akan jelaskan sembari tulisan ini terus ditulis. Dan kamu coba untuk menyimpulkanya sendiri.
Sebahagian besar bangsa yang ditakdirkan memiliki sumber daya yang melimpah tak lepas dari penjajahan. Sungguh buruk nasibnya. Namun bagaimanapun pokok utamanya yang menyebabkan nasib buruk itu adalah ketidakmampuan bangsa-bangsa terjajah menghadapi ekspansi perdagangan barat. Chang Kai Shek pernah berkata bahwa “ Tidak ada sesuatu yang dapat dijajah kecuali atas bantuan dari bangsa yang terjajah tersebut “.
Dari hasil penajajahan, apa yang didapat oleh bangsa terjajah?
Mentalitas bangsa jajahan yang belum tentu dapat hilang walaupun telah dinyatakan merdeka ( setelah dibacakannya teks proklamasi ) secara politik. Karena metalitas bangsa yang kalah maka melahirkan suatu kebudayaan sebagai bangsa yang kalah.
Ironisnya, tragedi ini kurang disadari malahan berjalan mulus merasuki pikiran kita atas kenyataan bahwa kita bernafas dan hidup sebagai bangsa dengan mentalitas yang kalah. Hal ini takkan mungkin dapat terhapus hanya dengan 3 generasi.
Benar atau tidak? Anda yang menjawabnya. Anda juga yang analisa sampai mampus hancurkan penat.
Apa yang didapat dari bangsa penjajah?
Yang terlintas dipikiran saya adalah Hak asasi dan kekuasaan. Karena dengan hal dua itu, tiap-tiap individu penjajah tumbuh dan kuat menjadi bangsa yang menang. Dan pengalaman penjajahan yang begitu lama, membentuk pemikiran sebagai bangsa penakluk dan unggul. Dan lagi-lagi, pemahaman ini juga takkan bisa dihapus dalam 3 generasi saja.
Dari pemahaman diatas, akhirnya bangsa terjajah yang notabene budaya manusianya sudah dikalahkan, berlindung atas nama Kebudayaan Asli. Tak jelas darimana datangnya kebudayaan tersebut dan bagaimana lahirnya, malah tidak jarang menjualnya untuk pariwisata dan satu hal, bukan tanpa kebanggaan nasional kebudayaan asli yang secara sistem dan organisasi telah dikalahkan berbad-abad lalu.
Kalau sekarang lahir pembagian antara timur dengan barat. Menurut saya itu adalah proses pemisahan diri antara penakluk dan yang ditaklukan. Barat dan timur, barat sebagai penakluk dan timur sebagai yang ditaklukan. Benarkah itu? Jawab dengan hati anda masing-masing.
Dari pembagian barat dan timur, maka munculah pernyataan bahwa negara kedua setelah firdaus ( negara terjajah ) sebagai negara berkembang. Kalau saja benar bahwa itu semua dilakukan barat untuk menghindari persoalan nurani antara jajahan dan bekas penjajah. Kata “berkembang” yang lunak atau sengaja dilunak-lunakkan tak lain dari suatu persetujuan yang tak terucapkan bahwa negara terjajah berterima kasih kepada negara penjajah (barat) atas bantuan yang menguntungkan dari barat dan sebaliknya barat yang mendapat keuntungan dengan lebih besar lagi, mungkin negeri terjajah khususnya negara saya ini, Indonesia yang tercinta, surga kedua setelah firdaus, masih ada dalam bayang-bayang penjajahan barat. PENJAJAHAN BUDAYA YANG BUSUK.
Apa itu pemiskinan yang sistematis? Apa yang dibuatnya sehingga menjadi miskin? apa itu budaya yang kotor? Budaya yang seperti apa yang kotor? Apa itu mental bangsa yang kalah? Apa yang kalah dari kita? Semuanya ada pada proses pemikiran kita sejauh apa kita akan menanggapinya. Disinilah kita berdiri. Dalam cengkraman doktrin-doktrin yang membuat kita jatuh dan berdiri bukan karena diri kita sendiri.
Tandiawan