<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CATETAN TANDI</title>
	<atom:link href="http://tandiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tandiawan.wordpress.com</link>
	<description>tulisan dan pemikiran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2008 02:51:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tandiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CATETAN TANDI</title>
		<link>http://tandiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tandiawan.wordpress.com/osd.xml" title="CATETAN TANDI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tandiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>APA YANG KALAH DARI KITA??</title>
		<link>http://tandiawan.wordpress.com/2008/09/18/apa-yang-kalah-dari-kita/</link>
		<comments>http://tandiawan.wordpress.com/2008/09/18/apa-yang-kalah-dari-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 02:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tandiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran dan sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[history]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tandiawan.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang kalah dan siapa yang menang? Kalau saja ini pertandingan yang tidak berasaskan persaingan tetapi pertandingan yang mengedepankan bagaimana ilmu itu didapat saat kita mengalami kekalahan, mungkin saya takkan menuliskan bagaimana kalau akhirnya bangsa kita menjadi bangsa yang mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang baik dari segala macam bentuk penjajahan. Saya yakin, tidak perlu dijabarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=43&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Siapa yang kalah dan siapa yang menang? Kalau saja ini pertandingan yang tidak berasaskan persaingan tetapi pertandingan yang mengedepankan bagaimana ilmu itu didapat saat kita mengalami kekalahan, mungkin saya takkan menuliskan bagaimana kalau akhirnya bangsa kita menjadi bangsa yang mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang baik dari segala macam bentuk penjajahan. Saya yakin, tidak perlu dijabarkan pun kita semua dapat merasakannya. Kita menang&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Sayang seribu sayang, (maaf kalau saya sebut bangsa ini kalah) kekalahan bangsa kita sejak dahulu adalah kekalahan yang sangat mendalam dan menyakitkan. Bangsa kita yang saya anggap sebagai surga kedua setelah firdaus, telah teracak-acak oleh penjajahan, bahkan pemerkosaan pelembagaan budaya juga terjadi disini. Sebenarnya bukan hanya itu yang penting, dibalik yang penting tersimpan selalu yang terpenting dari semua itu, yaitu <strong>PEMISKINAN YANG SISTEMATIS </strong>terhadap negara kedua setelah firdaus ini (dalam artian negara yang kaya akan rempah-rempah dan dijajah oleh bangsa lain khususnya barat). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">Apa itu pemiskinan yang sistematis?</span></strong><span style="font-family:&quot;"> Saya takkan menjabarkan, biar anda yang memahami sendiri. Namun jika anda dapat memahami lebih jauh, anda akan merasakan bahwa begitu piciknya sebuah kebudayaan yang kalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kalau diperhatikan, barat atau bangsa penjajah semakin baik dengan berbagai bidang yang dikuasainya. ilmu pengetahuan, kekuasaan, teknologi. Lantas apa yang harus dilakukan kita sebagai negara setelah firdaus. Mungkin kita tahu, berbagai macam lahirnya empayar dunia, penakluk dunia. Sebutlah Portugis dan Spanyol yang dibangun dengan emas dan perak. Inggris yang dibangun atas monopoli tekstil, candu dan perbudakan, serta Belanda yang dibangun atas monopoli rempah-rempah. Kalau kalian sadari, mereka semua pencuri. Namun kita tak paham, apa yang sebenarnya mereka curi. Kalau kalian anggap kekayaan alam berlimpah yang dicuri, itu hanyalah sebagian kecil dari proses memperkaya dirinya saja, tapi apa dampak terburuk bagi bangsa yang terjajah? Yaitu BUDAYA YANG KOTOR.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Apa itu budaya yang kotor? Saya akan jelaskan sembari tulisan ini terus ditulis. Dan kamu coba untuk menyimpulkanya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Sebahagian besar bangsa yang ditakdirkan memiliki sumber daya yang melimpah tak lepas dari penjajahan. Sungguh buruk nasibnya. Namun bagaimanapun pokok utamanya yang menyebabkan nasib buruk itu adalah ketidakmampuan bangsa-bangsa terjajah menghadapi ekspansi perdagangan barat. Chang Kai Shek pernah berkata bahwa “ Tidak ada sesuatu yang dapat dijajah kecuali atas bantuan dari bangsa yang terjajah tersebut “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">Dari hasil penajajahan, apa yang didapat oleh bangsa terjajah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Mentalitas bangsa jajahan yang belum tentu dapat hilang walaupun telah dinyatakan merdeka ( setelah dibacakannya teks proklamasi ) <em>secara politik</em>. Karena metalitas bangsa yang kalah maka melahirkan suatu kebudayaan sebagai bangsa yang kalah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Ironisnya, tragedi ini kurang disadari malahan berjalan mulus merasuki pikiran kita atas kenyataan bahwa kita bernafas dan hidup sebagai bangsa dengan mentalitas yang kalah. Hal ini takkan mungkin dapat terhapus hanya dengan 3 generasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Benar atau tidak? Anda yang menjawabnya. Anda juga yang analisa sampai mampus hancurkan penat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">Apa yang didapat dari bangsa penjajah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Yang terlintas dipikiran saya adalah Hak asasi dan kekuasaan. Karena dengan hal dua itu, tiap-tiap individu penjajah tumbuh dan kuat menjadi bangsa yang menang. Dan pengalaman penjajahan yang begitu lama, membentuk pemikiran sebagai bangsa penakluk dan unggul. Dan lagi-lagi, pemahaman ini juga takkan bisa dihapus dalam 3 generasi saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dari pemahaman diatas, akhirnya bangsa terjajah yang notabene budaya manusianya sudah dikalahkan, berlindung atas nama Kebudayaan Asli. Tak jelas darimana datangnya kebudayaan tersebut dan bagaimana lahirnya, malah tidak jarang menjualnya untuk pariwisata dan satu hal, bukan tanpa kebanggaan nasional kebudayaan asli yang secara sistem dan organisasi telah dikalahkan berbad-abad lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kalau sekarang lahir pembagian antara timur dengan barat. Menurut saya itu adalah proses pemisahan diri antara penakluk dan yang ditaklukan. Barat dan timur, barat sebagai penakluk dan timur sebagai yang ditaklukan. Benarkah itu? Jawab dengan hati anda masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dari pembagian barat dan timur, maka munculah pernyataan bahwa negara kedua setelah firdaus ( negara terjajah ) sebagai negara berkembang. Kalau saja benar bahwa itu semua dilakukan barat untuk menghindari persoalan nurani antara jajahan dan bekas penjajah. Kata “berkembang” yang lunak atau sengaja dilunak-lunakkan tak lain dari suatu persetujuan yang tak terucapkan bahwa negara terjajah berterima kasih kepada negara penjajah (barat) atas bantuan yang menguntungkan dari barat dan sebaliknya barat yang mendapat keuntungan dengan lebih besar lagi, mungkin negeri terjajah khususnya negara saya ini, Indonesia yang tercinta, surga kedua setelah firdaus, masih ada dalam bayang-bayang penjajahan barat. PENJAJAHAN BUDAYA YANG BUSUK.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">Apa itu pemiskinan yang sistematis? Apa yang dibuatnya sehingga menjadi miskin? apa itu budaya yang kotor? Budaya yang seperti apa yang kotor? Apa itu mental bangsa yang kalah? Apa yang kalah dari kita?</span></strong><span style="font-family:&quot;"> Semuanya ada pada proses pemikiran kita sejauh apa kita akan menanggapinya. Disinilah kita berdiri. Dalam cengkraman doktrin-doktrin yang membuat kita jatuh dan berdiri bukan karena diri kita sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:26.95pt;line-height:150%;" align="right"><span style="font-family:&quot;">Tandiawan</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tandiawan.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tandiawan.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tandiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tandiawan.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=43&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tandiawan.wordpress.com/2008/09/18/apa-yang-kalah-dari-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21a03705db00bf68963bbd010b75e588?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tandiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUNG HATTA, TOKOH PERUBAHAN!</title>
		<link>http://tandiawan.wordpress.com/2008/08/15/bung-hatta-tokoh-perubahan/</link>
		<comments>http://tandiawan.wordpress.com/2008/08/15/bung-hatta-tokoh-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 08:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tandiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran dan sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tandiawan.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Riwayat Hidup Bersama Sukarno, Muhammad Hatta dikenal sebagai tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia. Ia lahir di Bukitinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Nama kecilnya adalah Muhammad  Ata yang merujuk pada (Ahmad Ibn) Muhammad (Ibn ?Abd al-Karim ibn) ?Ataillah al-Sakandari, yaitu pengarang kitab Al-Hikam (berbagai ajaran kearifan). Ia merupakan keturunan ulama Minangkabau. Kakeknya bernama Syekh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=40&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_41" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/08/hatta_pyo.jpg"><img class="size-medium wp-image-41" src="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/08/hatta_pyo.jpg?w=300&#038;h=278" alt="sang proklamator" width="300" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">sang proklamator</p></div>
<p><strong>Riwayat Hidup</strong></p>
<p>Bersama Sukarno, Muhammad Hatta dikenal sebagai tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia. Ia lahir di Bukitinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Nama kecilnya adalah Muhammad  Ata yang merujuk pada (Ahmad Ibn) Muhammad (Ibn ?Abd al-Karim ibn) ?Ataillah al-Sakandari, yaitu pengarang kitab Al-Hikam (berbagai ajaran kearifan). Ia merupakan keturunan ulama Minangkabau. Kakeknya bernama Syekh Abdurrahman yang dikenal sebagai Syekh Batuhampar. Ibunya bernama Saleha yang merupakan keluarga pengusaha terpandang dari Bukittinggi. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil adalah seorang mursyid, sebuah persaudaraan sufi atau tarekat di Sumatera Barat, yang /meninggal ketika Hatta masih berusia delapan bulan. Ia merupakan anak bungsu dan anak laki-laki satu-satunya. Lingkungan keluarga ibunya yang kemudian mengurus Hatta kecil beserta enam saudara perempuannya di Bukittinggi. Pendidikan dasar Hatta ditempuh pada Sekolah Melayu di Bukittinggi. Pada tahun 1913-1916, ia kemudian melanjutkan studinya pada Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Ketika lulus di ELS, usianya masih 13 tahun. Ketika itu ia sebenarnya lulus masuk Handel Middlebare School (HMS atau Sekolah Menengah Dagang), namun oleh ibunya ia disarankan agar studi terlebih dahulu pada Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang, dan akhirnya lulus pada tahun 1919 (dalam usia 17 tahun). Pada tahun ini, ia baru dapat sekolah di HMS (setingkat SMU) di Jakarta dan lulus pada tahun 1921. Pada September 1921, ia pergi ke Belanda untuk belajar ilmu bisnis pada Sekolah Tinggi Ekonomi (/Nederland Handelshogeschool/) di Rotterdam, yang kini namanya berubah menjadi Erasmus Universiteit. Ia tinggal di sana selama 11 tahun. Ia lulus dalam ujian handels economie (ekonomi perdagangan) pada tahun 1923. Ia sebenarnya berencana akan ujian doktor bidang ekonomi pada akhir tahun 1925, namun ternyata niatnya berubah akibat minatnya yang besar terhadap studi politik. Ia akhirnya mengambil jurusan yang baru dibuka, yaitu hukum negara dan hukum administrasi.  Ketika umurnya sudah 15 tahun dan sekolah di MULO Padang, Hatta terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Minahasa. Ia akhirnya terlibat dalam Jong Sumatranen Bond di Padang, hingga sempat menjadi bendahara (1916-1919). Ketika tinggal di Jakarta ia juga menjabat posisi yang sama (1920-1921). Ketika di Rotterdam (tahun 1922), ia pernah mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging (Perkumpulan Hindia), yang lima tahun kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereniging (Perhimpunan Indonesia atau PI), yaitu sebuah perkumpulan sosial atau organisasi mahasiswa asal Indonesia yang menolak bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Atmosfir pergerakan PI menjadi semakin hangat semenjak kedatangan tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada  tahun 1913. Oleh karena adanya perpanjangan studi di Belanda, ia akhirnya terpilih sebagai Ketua PI pada tanggal 17 Januari 1926, yang dijabat hingga tahun 1930. Selama di bawah kepemimpinannya, PI berkembang pesat. PI berkembang menjadi semacam organisasi politik yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan politik rakyat Indonesia pada saat itu.  Meski aktif di PI, Hatta juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1926, ia pernah memimpin delegasi ke Kongres Demokrasi Internasional untuk Perdamaian Dunia di Bierville, Perancis. Tujuan keikutsertaan dirinya adalah untuk memperkenalkan nama Indonesia di pentas politik dunia. Pada tanggal 15 Februari 1927, ia pernah menjadi wakil delegasi dalam Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial yang diadakan di Brussel. Melalui keikutsertaan dalam liga ini, ia akhirnya sempat bersahabat dengan Jawaharlal Nehru, tokoh nasionalis India. Keterlibatannya dalam organisasi ini dan termasuk tulisan-tulisannya di Majalah Indonesia Merdeka menyebabkan Hatta pernah dipenjara oleh pemerintah Belanda di Den Haag dalam kurun waktu 23 September 1927 hingga 22 Maret 1928.  Pada tahun 1932, Hatta kembali ke tanah air. Bersama Sutan Syahrir ia aktif di Partai Pendidikan Nasional Indonesia (Partai PNI Baru), sebuah organisasi yang gencar meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui pelatihan-pelatihan. Di partai ini, ia sempat menjadi ketuanya. Ia juga aktif menangani majalah /Daulat Rakyat/ (1934-1935). Pada tahun 1934, ia ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda dan ditahan di penjara Glodok selama 11 bulan. Pada tahun 1935, ia dibuang ke Boven Digoel, Papua Barat (1934-1935) yang kemudian dipindahkan ke tempat pembuangan Banda Neira (1935-1942), dan pada Februari 1942 dipindahkan lagi ke Sukabumi. Pada tanggal 9 Maret 1942, ia dibebaskan. Jika ditotal, ia sesungguhnya telah diasingkan minimal selama 10 tahun.  Setelah bebas dari masa hukuman, Hatta kemudian aktif di sejumlah organisasi tanah air. Pada April 1942, ia menjadi Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Dai Nippon. Pada tahun 1943, ia diangkat sebagai salah satu pimpinan dalam Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Ia juga menjadi anggota dalam Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan-BPUK). Pada tanggal 7 Agustus 1945, ia diangkat sebagai Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Keterlibatan dirinya dalam organisasi-organisasi tersebut akhirnya ikut mengantarkan dirinya selaku proklamator kemerdekaan RI bersama Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1945.  Pada tanggal 18 Agustus 1945 Hatta diangkat secara aklamasi sebagai Wakil Persiden pertama RI mendampingi Presiden Sukarno. Ketika menjadi wakil presiden, ia banyak berperan penting dalam perumusan berbagai produk hukum nasional. Di antara produk hukum yang dimaksud adalah Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, yang isinya menyatakan bahwa Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diserahi kekuasaan eksekutif, yang sehari-hari dilakukan oleh Badan Pekerja KNIP. Ia pernah mengeluarkan Maklumat Politik tanggal 1 November 1945 yang isinya antara lain menyatakan bahwa Indonesia bersedia menyelesaikan sengketa dengan Belanda melalui cara diplomasi. Di samping itu, ia juga mengeluarkan Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 yang isinya berupa anjuran kepada rakyat untuk membentuk partai-partai politik. Melalui anjuran tersebut berdirilah sepuluh partai politik, yaitu: Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia/), PKI (Partai Komunis Indonesia), PBI (Partai Buruh Indonesia), Partai Rakyat Jelata, Parkindo (Partai Kristen Indonesia), PSI (Partai Sosialis Indonesia), PRS (Partai Rakyat Sosialis), PKRI (Partai Katholik Republik Indonesia), Permai (Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia), dan PNI (Partai Nasional Indonesia).  Setelah proklamasi kemerdekaan RI, Hatta pernah berusaha mencari dukungan dunia internasioal untuk mendukung Indonesia sebagai negara yang telah merdeka. Sebagai contoh, pada Juli I947, ia pergi ke India dengan maksud menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi dengan menyamar sebagai kopilot bernama Abdullah (pilot pesawatnya adalah Biju Patnaik). Nehru kemudian berjanji bahwa India dapat membantu Indonesia dengan cara memprotes dan memberikan resolusi kepada PBB agar Belanda dapat dihukum. Pada tahun 1949, ia memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Hasil perundingan tersebut adalah Belanda mengakui kedaulatan RI. Berdirilah Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dipimpin oleh Hatta sebagai perdana menterinya. Dalam kurun waktu antara 29 Januari 1948 hingga Desember 1949, ia juga merangkapkan jabatannya sebagai wakil presiden, perdana menteri, dan sekaligus menjadi menteri pertahanan RIS. Dalam kurun waktu Desember 1949 hingga Agustus 1950, ia juga merangkap sebagai menteri luar negeri (menlu) RIS.  Setelah perjalanan pemerintahan Indonesia, ia meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden karena berselisih pendapat dengan Sukarno pada tanggal 1 Desember 1956. Sebagai tokoh pemimpin nasional dwi tunggal, keduanya berada pada garis yang kadang sejalan dan kadang pula berseberangan. Jika boleh diilustrasikan posisi Hatta sebenarnya adalah sebagai pengkritik paling tajam sekaligus sahabat hingga akhir hayat Soekarno. Perbedaan pendapat kedua tokoh tersebut sebenarnya berupa perbedaan visi dan pendekatan dalam mengelola negara. Puncak perbedaan pemikiran keduanya terjadi pada tahun 1956, yaitu ketika Sukarno berpendapat bahwa revolusi belum selesai, namun Hatta berpandangan sebaliknya bahwa revolusi telah berhasil dan seharusnya kita sudah beranjak pada prioritas pembangunan ekonomi yang berbasis kerakyatan.   Sejak Desember 1956, yaitu sejak tidak lagi menduduki jabatan struktural pemerintahan, Hatta banyak disibukkan dengan aktivitas-aktivitas keilmuan (akademik). Selama menjabat sebagai wakil presiden, ia sebenarnya juga sering menyampaikan ceramah-ceramah ilmiah di berbagai perguruan tinggi di tanah air. Setelah tidak lagi menjadi birokrat, ia mendapatkan banyak waktu untuk fokus pada kegiatan keilmuan dan akademis. Ia pernah menjadi dosen di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat di Bandung (1951-1961), dosen di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta (1954-1959), dosen luar biasa di Universitas Hasanuddin (1966-1971), dan dosen luar biasa di Universitas Padjajaran Bandung (1967-1971). Di samping itu, ia juga pernah menjadi penasehat presiden dan penasehat komisi tentang masalah korupsi (1969) dan sebagai Ketua Panitia Lima yang ikut merumuskan penafsiran Pancasila (1975).  Pada tanggal 27 November 1956, UGM pernah menganugerahi gelar doctor honoris causa kepada Hatta, dengan pidato pengukuhannya yang berjudul &#8220;Lampau dan Datang&#8221;. Ia juga dikukuhkan sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian oleh Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Universitas Hasanuddin (Unhas) di Ujung Pandang juga memberikan gelar doctor honoris causa dalam bidang ekonomi. Universitas Indonesia (UI) juga memberikan gelar doctor honoris causa dalam bidang ilmu hukum.  Aktivitas menulis Hatta mulai terasah sejak ia sekolah HMS di Jakarta. Tulisan pertamanya berjudul &#8220;Namaku Hindania!&#8221; dimuat di Majalah Jong Sumatera. Pada tahun 1960, ia menulis &#8220;Demokrasi Kita&#8221; dalam Majalah Pandji Masyarakat yang memuat pemikiran tentang perkembangan demokrasi Indonesia saat itu. Meski dalam masa pembuangan, ia tetap menulis dan menekuni bidang keilmuan. Sebagai contoh, ketika dibuang ke Tanah Merah ia tetap rutin menulis artikel-artikel untuk media massa Pemandangan. Rumahnya di Digoel dipenuhi dengan buku-buku yang khusus dibawanya dari Jakarta sebanyak 16 peti. Ia juga masih sempat mengajarkan teman-temannya selama masa pembuangan bidang-bidang keilmuan seputar ilmu ekonomi, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Pada Januari 1936, ketika ia dipindahkan ke Bandaneira, ia pernah mengajarkan sejarah, tata buku, politik, dan sebagainya kepada penduduk dan anak-anak sekitar.  Hatta menikah dengan Rahmi Rachim Nopember 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Buah pernikahan mereka adalah Meutia Farida, Gemala, dan Halida Nuriah. Ia wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 77 tahun, dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.</p>
<p><strong>2. Pemikiran </strong></p>
<p><strong></strong>Hatta merupakan sosok pemikir yang multi-dimensi karena cakupan pemikirannya amat beragam, mulai dari soal kebangsaan, pendidikan, ekonomi, filsafat, hingga soal hukum tata negara. Dalam tulisan ini yang akan dibahas dibatasi pada dua bidang pemikirannya saja. Dua bidang pemikiran di bawah ini merupakan pokok pemikiran utama yang menjadi simbol perjuangan Hatta selama masa hidupnya. Kedua bidang pemikiran tersebut saling berkaitan, dan pada kenyataannya berperan penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Pemikirannya tidak saja dipahami untuk masanya, namun juga banyak bermanfaat untuk kehidupan bangsa hingga masa mendatang. Berikut ini adalah pemikiran Hatta yang dimaksud:</p>
<p>a. Kebangsaan  Hatta dikenal sebagai tokoh yang memegang teguh prinsip yang diyakininya. Ia selalu memperjuangkan status Indonesia sebagai negara yang mengakomodasi kepentingan segala golongan, bukan hanya untuk segelinting orang atau golongan tertentu. Ia bahkan rela meletakkan jabatannya demi mempertahankan kesatuan bangsa. Latar belakang pengetahuannya yang amat mendalam tentang ekonomi dan ketatanegaraan mengantarkan dirinya terlibat aktif dalam berbagai peristiwa penting proses pembentukan nation state Indonesia. Ia pernah terlibat aktif dalam  proses penyusunan Undang-Undang Dasar (UUD) pada tahun 1945, penyusunan Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949, maupun penyusunan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) tahun 1950.  Sikap penuh keyakinan dan ketegasan juga ditunjukkan oleh Hatta ketika dirinya banyak berselisih paham dengan kebijakan pemerintahan Sukarno. Hatta selalu menekankan pada prinsip pemerintahan yang berdasarkan hukum dan bertanggung jawab. Ia tidak setuju ketika Sukarno mengangkat dirinya sebagai formatur kabinet yang tidak perlu bertanggung jawab, tidak bisa diganggu gugat, dan berusaha menggalang kekuatan revolusioner sebesar-besarnya dengan tujuan membersihkan lawan-lawan politik yang tidak sejalan. Hatta menolak pandangan tersebut karena baginya demokrasi harus tetap ditegakkan dengan prinsip hukum serta prinsip persamaan hak dan kewajiban semua warga. Ia menganggap Sukarno telah meninggalkan demokrasi dan ingin memimpin segalanya. Menurut Hatta, demokrasi dalam pikiran Sukarno adalah contradictio in terminis, artinya di satu sisi Sukarno ingin mewujudukan demokrasi, namun di sisi lain justru duduk di atas demokrasi itu sendiri.    Hatta merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan nama Indonesia dalam tulisan yang diterbitkan oleh De Socialist pada bulan Desember 1928. Dalam berbagai tulisan-tulisannya, terlihat bahwa ia merupakan tokoh yang dekat dengan rakyat, tetap menjungjung tinggi demokrasi, dan juga sangat memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dalam kehidupan kebangsaan. Ia berpikir bahwa pendidikan juga berperan penting dalam membangun karakter kebangsaan. Katanya: Ilmu dapat dipelajari oleh segala orang yang cerdas dan tajam otaknya, tetapi manusia yang berkarakter tidak diperoleh begitu saja. Pangkal segala pendidikan karakter adalah cinta akan kebenaran dan berani mengatakan salah dalam menghadapi sesuatu yang tidak benar.</p>
<p>b. Ekonomi Kerakyatan  Pandangan Hatta tentang masalah-masalah kebangsaan, seperti loyalitasnya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan keberpihakannya terhadap nasib rakyat kemudian diejawantahkan dalam bentuk pemikiran tentang ekonomi kerakyatan. Ia dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena pemikiran-pemikirannya ekonominya yang pro-kerakyatan. Ketika masih belajar ekonomi di Rotterdam, ia banyak mencermati nasib ekonomi rakyat yang banyak dieksploitasi oleh pelaku ekonomi modern yang pada saat itu banyak dikendalikan oleh investor-investor Belanda, terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan. Pertanian dan perkebunan dengan pemilikan lahan yang sempit, teknologi sederhana, dan modal seadanya merupakan jenis usaha subsisten yang akan sangat sulit berkembang. Usaha pertanian dan perkebunan besar yang didukung dengan luas tanah ratusan ribu hektar, menggunakan teknologi unggul, dan adanya modal yang sangat besar tentu akan mudah memproduksi komoditi ekspor, berupa karet, teh, kelapa sawit, tebu, dan tembakau. Dengan demikian, ekonomi kerakyatan akan semakin tersisihkan. Hatta banyak menulis di Daulat Rakyat, yang tujuannya adalah bagaimana mempersatukan ekonomi rakyat melalui pengembangan usaha koperasi yang berbasis pada asas kekeluargaan.  Pemikiran di atas sudah bergema sejak Hatta terpilih sebagai Ketua PI pada tahun 1926. Pada saat itu, ia menyampaikan pidato inaugurasinya yang berjudul Economische Wereldbouw en Machtstegenstellingen (Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan kekuasaan). Melalui pidatonya tersebut, ia sebenarnya bermaksud menganalisis struktur ekonomi dunia yang dapat dijadikan bahan pemikiran untuk membangun perekonomian Indonesia yang pro terhadap rakyatnya.</p>
<p><strong>3. Karya </strong></p>
<p><strong></strong>Karya-karya Hatta dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bidang keilmuan sebagai berikut:</p>
<p>a. Karya Ekonomi:</p>
<p>* Economische wereldbouw en machtstegenstellingen (1926)</p>
<p>* Krisis Ekonomi dan Kapitalisme (1934)</p>
<p>* Perhubungan Bank dan Masyarakat di Indonesia (1942)</p>
<p>* Beberapa Pasal Ekonomi (1943)     *Pikiran-pikiran dalam Bidang Ekonomi untuk Mencapai Kemakmuran       yang Merata (1974)</p>
<p>b. Karya Politik Kebangsaan:</p>
<p>* Indonesie et son problema de Independence (1927)</p>
<p>* Indonesia Vrij (1928)</p>
<p>* Tujuan dan Politik Pergerakan Nasional Indonesia (1931)</p>
<p>* Perjanjian Volkenbond (1937)</p>
<p>* Mencari Volkenbond dari Abad ke Abad (1939)</p>
<p>* Rasionalisasi (1939)</p>
<p>* Penunjuk bagi Rakyat dalam Ekonomi, Teori, dan Praktek (1940)</p>
<p>* Portrait of a Patriot, Selected Writings (1972)</p>
<p>c. Karya Filsafat dan Umum:</p>
<p>* Pengantar ke Jalan llmu dan Pengetahuan (t.th)</p>
<p>* Alam Pikiran Yunani/ (1941)</p>
<p>* Mohammad Hatta Memoir (1979)</p>
<p><strong>4. Penghargaan:</strong></p>
<p>Hatta dianugerahi gelar Pahlawan Proklamator melalui Keputusan Presiden RI No. 081/TK/Tahun 1986, tanggal 23 Oktober 1986. Pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto kala itu juga menganugerahkan kepadanya berupa tanda kehormatan tertinggi Bintang Republik Indonesia Kelas I pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara. Namanya juga diabdikan sebagai nama Perpustakaan Hatta di Jalan Adi Sucipto, Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:right;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tandiawan.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tandiawan.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tandiawan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tandiawan.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=40&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tandiawan.wordpress.com/2008/08/15/bung-hatta-tokoh-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21a03705db00bf68963bbd010b75e588?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tandiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/08/hatta_pyo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sang proklamator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bab Budaya Dan Jawanisme Pramoedya Ananta Toer</title>
		<link>http://tandiawan.wordpress.com/2008/07/25/bab-budaya-dan-jawanisme-pramoedya-ananta-toer/</link>
		<comments>http://tandiawan.wordpress.com/2008/07/25/bab-budaya-dan-jawanisme-pramoedya-ananta-toer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 10:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tandiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastra dan pramoedya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tandiawan.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya sih gw belum begitu tertarik sama bukunya Pramoedya. soalnya jujur aja nih, selain bukunya tebel banget, terus haraganya juga lumayan mahal buat gue sih ( maklum anak kos ). tapi kesini2 gue jadi suka banget. terutama bukunya yang judulnya &#8221; SAYA TERBAKAR AMARAH SENDIRIAN &#8220;. Cerita berawal dari waktu gue ospek. Gw kuliah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=3&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/07/pram-terbakar1.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-5" src="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/07/pram-terbakar1.gif?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Awalnya sih gw belum begitu tertarik sama bukunya Pramoedya. soalnya jujur aja nih, selain bukunya tebel banget, terus haraganya juga lumayan mahal buat gue sih ( maklum anak kos ). tapi kesini2 gue jadi suka banget. terutama bukunya yang judulnya &#8221; SAYA TERBAKAR AMARAH SENDIRIAN &#8220;.  Cerita berawal dari waktu gue ospek. Gw kuliah di kampus yang katanya kampus reformasi. tapi gue gak yakin juga sih di dalemnya udah bermental reformasi. Gw menyangsikan. bahkan buat diri gue sendiri juga.  Tapi udahlah, biar digimanain juga, kampus itu pernah jadi bagian dari semangat, sejarah dan menjadi salah satu pendukung terjadinya penggulingan  presiden oleh generasi muda. Aduh jadi melenceng dari cerita nih&#8230;. Balik lagi deh ke cerita. Saat itu ospek, gue lagi dapet materi dari senior gue . awalnya gue males dengerin, palingan juga ngebahas tentang apa yang gak penting, tapi senior ini beda ternyata&#8230; gw sadar waktu dia minta tolong sama salah satu temen gue untuk diperbanyak. terus temen gue kasih lembaran itu ma gue, ternyata fotokopian dari bukunya Pramoedya Ananta Toer. Judulnya &#8220;Saya terbakar amarah sendirian&#8221; tapi sayangnya yg dikopi cuma salah satu bab yang ada dalem buku itu. gw inget banget ngebahas tentang &#8220;budaya dan jawanisme&#8221;.  Itulah awalnya, gue males baca tapi kesini mulai gue baca dan hasilnya cerita itu cukup menarik.</p>
<p>Pramoedya berbicara tentang pembusukan negara Indonesia yang berhubungan dengan sikap budaya jawanisme dan mengarah pada fasisme. Tentang budaya jawa yang selalu taat dan setia secara membabi buta pada atasan, yang disebut oleh pramoedya ananta toer sebagai Fasisme Jawa. fasisme jawa ini yang diungkapkan oleh pramoedya ananta sebagai budaya yang negatif. dikatakan menjadi penyebab atas dikuasainya pulau Jawa oleh kolonial. hal ini dikarenakan kaum elit Jawa bekerja sama dengan pihak kolonial untuk mengambil rempah-rempah. Namun rakyat yang memang sudah tertanam di jiwanya fasisme jawa itu tidak akan pernah berani melawan kaum elitnya. karena kesetiaan dan ketaatan pada atasan adalah prinsipnya. Ia juga menganggap bahwa zaman setelah kudeta 1965 merupakan penghancuran total terhadap budaya indonesia. ia menjelaskan bahwa rezim orde baru merupakan rezim yang tak punya arah dan tujuan. Dikatakan bahwa soeharto merupakan orang yang tidak terpelajar karena pada saat rezim soeharto tersebut, banyak karya tulisnya yang dibakar ( Pembakaran karya menurutnya merupakan pembunuhan karakternya) dan juga ia dipenjarakan karena ia dianggap sebagai komunis.  Dalam bab ini juga disinggung tentang agama. Pram (begitu nama panggilannya) tidak percaya pada  salah satu agama pun, sehingga ia mengatakan bahwa agama merupakan penciptaan manusia. pelarian. dan berdoa merupakan kegiatan mengemis. intinya segala yang menggunakan bahasa manusia adalah produk otak manusia. &#8221; Mental Bangsa Indonesia Merupakan Mental Pengemis &#8221; ia berkata begitu. begitu kontroversial namun  sebuah pemikiran yang bagus dan menarik jika dilibatkan dalam budaya yang ada di Indonesia. takkan pernah bisa disatukan bila wacana ini dikeluarkan bagi orang-orang yang ekstrimis.</p>
<p>Pramoedya ananta toer berbicara banyak tentang hal itu. tenatang jawanisme yang selalu ia tentang sebagai budaya. walaupun ia dilahirkan dari seorang priyayi jawa dengan gelar MAS (nama aslinya Pramoedya Ananta<span style="text-decoration:line-through;"><em> Mas</em></span>toer. ia melepaskan nama mas di depan nama toernya karena ia merasa kata &#8220;mas&#8221; tersebut terlalu aristokratik.  apa yang direkam dlam buku ini, adalah sebuah pengungkapan tentang penindasan historis, politis dan ketidak manusiawi-an sebagai orang yang pernah mengalami sendiri. dan buku &#8221; Saya terbakar Amarah Sendirian &#8221; merupakan kelanjutan pembangkangan, penolakan, Individualis, penentangan dan kebebasan.</p>
<p>Seorang Pramoedya Ananta Toer yang melakukakan perlawanan melalui karya dan tulisannya&#8230;.</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">tan_diawan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tandiawan.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tandiawan.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tandiawan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tandiawan.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tandiawan.wordpress.com&amp;blog=4322401&amp;post=3&amp;subd=tandiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tandiawan.wordpress.com/2008/07/25/bab-budaya-dan-jawanisme-pramoedya-ananta-toer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/21a03705db00bf68963bbd010b75e588?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tandiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/07/pram-terbakar1.gif?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
